Skip to main content

Perkuliahan FTV


Sedikit saja tentang saya atau saya rasa tidak perlu banyak mukodima. ini tulisan yang saya simpan sekitar tahun pertama saya menginjak kan bangku perkuliahan sekitar tahun 2015
Berbicara tentang perkuliahan saya berasal dari SMA yang berhadapan langsung dengan pantai dengan gelar GASMA nya. Ketika kelas 12 atau 3 SMA saya sangat ingin dan bertekad harus kuliah dengan  satu alasan yang masih saya pegang sampai sekarang mengapa saya harus kuliah? Karena di perkuliahan lah kalian benar benar belajar!
Harapan saya, ketika diterima di salah satu universitas yang ada di Jakarta otomatis perkuliahan saya seperti yang saya lihat di FTV yang mana kuliah bertemu dengan wanita  cantik dan laki laki  ganteng hahaha.
Ternyata harapan saya yang tadi sirna seketika, saat saya menjalani pendaftaran ulang, Ospek, dan hingga sekarang tidak ada sedikit bagian yang benar benar mirip dengan FTV.
Pada dasarnya kuliah itu bukan tentang mengejar laki- laki dan perempuan, tetapi keadaan kalian yang selalu di kejar kejar dengan laporan-laporan. Bukan tentang kalian mengantri untuk mengejar gebetan, tetapi tugas tugas kalian yang selalu mengantri yang harus diselesaikan. Bukan kalian menyelesaikan permasalahan selalu dengan otot atau kekerasan tetapi Disini kalian diminta untuk memikirkan permasalahan dengan pikiran pikiran.
Sehingga Kalian sadar bahwa perkuliahan itu benar benar tidak sama seperti FTV tetapi perkuliahan lebih jauh berwarna dari FTV, banyak yang kalian dapat dan Kalian bawa pulang, banyak yang kalian tuangkan, banyak juga yang kalian tinggalkan.
Pesan saya
Kuliah lah dan jika tidak kuliah
Maka tetap lah Kuliah.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

ZAMAN

Pernahkah Terasa ketika kita menjadi seorang Pemuda  Melihat apa yang ada di depan mata Pura Pura Benar padahal itu Salah Pura Pura Miskin padahal itu Kaya Pura Pura Sakit padahal itu Sehat Pura Pura Pintar padhaal itu Bodoh Tetapi Hal-Hal sedemikian sudah bisa dikatakan lumrah atau telah menjadi tradisi  Sebagai Pemuda yang masih Belia bisa apa? Melawan tapi takut tak punya Kawan Menentang tapi takut Tertantang Melapor tapi takut Terlapor Terlalu Idealis malah dikata tak Realistis Terkadang Miris Padahal kata Tan Malaka Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda Terbentur, Terbentur, Terbentur dan Terbentuk

Himpunan Ku

Di warnai dengan bakar bakaran Sehingga terasa kebersamaan Nobatkan di dalam hati bahwa sudah tidak ada dua dan tiga sekarang hanya ada satu Sudah menjadi kita sehingga menghilangkan aku dan kamu Masing masing memperindah cerita Agar kemudian memunculkan berita Saling jaga Saling rasa Saling melengkapi Dan saling berbagi

LABIL

Segelas kopi pahit dengan ampas yang tebal telah menemani, batang perbatang pun sudah mulai menebarkan asap inspirasi konon katanya. Lampu tidur pun sudah menyala, kemudian memandang satu arah ke layar berukuran 4-5 inci sampai tak kenal waktu Bukan persoalan ini itu atau keriwehan sana sini  Sedang ingin bercerita saja tentang malam ini Angan-angan serta cita cita yang selalu marasuk dalam pikiran. Risau kalo kata orang Melayu Kepulauan, Dalam hati berkata Ayo lah, Gerak lah, Produktif lah (Bulshit) Berlawanan dengan raga yang selalu bilang Nge-game lah, Liburan lah, dan happy lah (Sering Terjadi) Sambil Menertawakan diri sendiri  Geser sedikit Berbicara kearah Kehidupan sehari-hari Bertemu orang baru di tiap-tiap sisi Dengan dalih Struktural Kultural Posisi Oposisi  Stigma  Dogma Banyak lagi Menghasilkan apa???? Ntah  Takut salah kaprah Mudah mudahan tidak di jalan yang salah. Tak Pula Hilang Arah  Tapi Takut Tidak Terarah Hati Ini Suka Gundah...