Skip to main content

Berbagi Itu Indah


Salam sejahtera untuk kalian semua
Semoga kalian dalam keadaan santai dan hangat hangat nya menikmati hari ini
Terima kasih buat kalian yg udh mau baca
Hari ini gue mau cerita dikit
Tentang apa ya ???
21 Februari kemarin gue ikut acara malam munajat 212
Pada dasarnya gue ga demen dengan beginian gatau kenapa
Tapi bukan ini nya yg gue cari, gue mau tau tentang Islam yg berkembang di negara kita ini bagaimana si??
Siapa tau gue bisa dapet apa yg ga pernah gue dapet gituu
Dan ternyata gue dapet jawabannya, gini nih ceritanya
Ketika gue masuk kedalam gedung Monas, orang-orang di dalam berteriak "Pak Buk ini Nasi gratis"
Kemudian "pak buk ini minuman nya gratis"
Tak hanya di situ saja
Ketika gue mau sholat banyak banget truk yg di parkirkan yg berisi air bersih disediakan untuk kita menyembah tuhan yang maha esa.
Kemudian di setiap kita duduk bersholawat
Bapak-bapak ibu-ibu anak-anak
Banyak sekali menawarkan Snack, wedang jahe, roti, dll
Di situ gue stuck diam sambil mikir, gue ngasi apa ya buat org org di sini?
Gue udh shodaqoh apa hari ini ya?
Jauh banget ternyata derajat kita kawan kawan, ketimbang mereka yg berlomba lomba dalam kebaikan.
Sebenarnya bodo amat gue dengan acara yg banyak bilang ada kepentingan ini lah, itu lah. Bukan itu yg gue cari
Indah nya malam itu benar benar menggambarkan bahwasanya Islam itu indah banget Lo kawan kawan.
Pesan gue
Kuy lah kita jadi org yg berlomba lomba dalam berbagi kawan kawan.
Sedikit saja jgn banyak banyak dari pada ga sama sekali 🙏🏻
Selamat menjalankan aktivitas kalian hari ini

Comments

Popular posts from this blog

ZAMAN

Pernahkah Terasa ketika kita menjadi seorang Pemuda  Melihat apa yang ada di depan mata Pura Pura Benar padahal itu Salah Pura Pura Miskin padahal itu Kaya Pura Pura Sakit padahal itu Sehat Pura Pura Pintar padhaal itu Bodoh Tetapi Hal-Hal sedemikian sudah bisa dikatakan lumrah atau telah menjadi tradisi  Sebagai Pemuda yang masih Belia bisa apa? Melawan tapi takut tak punya Kawan Menentang tapi takut Tertantang Melapor tapi takut Terlapor Terlalu Idealis malah dikata tak Realistis Terkadang Miris Padahal kata Tan Malaka Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda Terbentur, Terbentur, Terbentur dan Terbentuk

Himpunan Ku

Di warnai dengan bakar bakaran Sehingga terasa kebersamaan Nobatkan di dalam hati bahwa sudah tidak ada dua dan tiga sekarang hanya ada satu Sudah menjadi kita sehingga menghilangkan aku dan kamu Masing masing memperindah cerita Agar kemudian memunculkan berita Saling jaga Saling rasa Saling melengkapi Dan saling berbagi

LABIL

Segelas kopi pahit dengan ampas yang tebal telah menemani, batang perbatang pun sudah mulai menebarkan asap inspirasi konon katanya. Lampu tidur pun sudah menyala, kemudian memandang satu arah ke layar berukuran 4-5 inci sampai tak kenal waktu Bukan persoalan ini itu atau keriwehan sana sini  Sedang ingin bercerita saja tentang malam ini Angan-angan serta cita cita yang selalu marasuk dalam pikiran. Risau kalo kata orang Melayu Kepulauan, Dalam hati berkata Ayo lah, Gerak lah, Produktif lah (Bulshit) Berlawanan dengan raga yang selalu bilang Nge-game lah, Liburan lah, dan happy lah (Sering Terjadi) Sambil Menertawakan diri sendiri  Geser sedikit Berbicara kearah Kehidupan sehari-hari Bertemu orang baru di tiap-tiap sisi Dengan dalih Struktural Kultural Posisi Oposisi  Stigma  Dogma Banyak lagi Menghasilkan apa???? Ntah  Takut salah kaprah Mudah mudahan tidak di jalan yang salah. Tak Pula Hilang Arah  Tapi Takut Tidak Terarah Hati Ini Suka Gundah...